wisata destinasi

Menelusuri Warisan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang

14
×

Menelusuri Warisan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang

Share this article

Wisata Sejarah Bukit Siguntang: Jejak Kerajaan Sriwijaya di Palembang

Bukit Siguntang, sebuah destinasi wisata sejarah yang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, menjadi saksi bisu dari peradaban besar Kerajaan Sriwijaya. Di sini, pengunjung dapat merasakan aura masa lalu melalui pohon pinus yang menjulang tinggi dan aroma kayu yang khas. Namun, jalan setapak yang harus ditempuh untuk menikmati pemandangan ini memperkuat kesan bahwa tempat ini adalah bagian dari warisan sejarah yang sangat berharga.

Perubahan Mencolok Setelah Pemugaran

Fasilitas baru di Bukit Siguntang Palembang setelah pemugaran

Dulunya, Bukit Siguntang dikenal sebagai objek wisata yang menyajikan berbagai gazebo, ruangan berisi makam-makam, dan menara seperti Menara Pandang serta Menara Buddha. Namun, sejak pertengahan 2016, lokasi ini ditutup untuk pemugaran besar-besaran oleh pemerintah pusat. Proses pemugaran ini mengubah wajah Bukit Siguntang menjadi lebih modern dan nyaman bagi para pengunjung.

Pada Februari 2019, Bukit Siguntang kembali dibuka dengan biaya masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Untuk kendaraan roda dua, tarifnya Rp 1.500, sedangkan kendaraan roda empat dikenai biaya Rp 3.000. Selain itu, fasilitas seperti kantor informasi yang lebih layak, kedai kopi, mushola, dan toilet yang bersih juga telah tersedia.

Menyusuri Jejak Sejarah

Tujuh makam kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang

Di bawah Bukit Siguntang, terdapat galeri sejarah dan patung yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Sayangnya, galeri tersebut masih belum dibuka karena proses pemugaran belum sepenuhnya selesai. Meskipun demikian, tujuh makam anggota Kerajaan Sriwijaya yang terawat hingga saat ini tetap menjadi pusat perhatian.

Makam-makam tersebut antara lain Makam Raja Sigentar Alam, Puteri Rambut Selako, Pangeran Batu Api, Pangeran Djunjungan, Puteri Kembang Dadar, Pangeran Bagus Karang, dan Pangeran Bagus Kuning. Berdasarkan sejarah, Raja Sigentar Alam merupakan kakak kandung Datuk Sultan Iskandar atau Raja Parameswara dari Selat Malaka.

Keberagaman Pengunjung dan Ritual Unik

Turis Tiongkok berziarah ke makam di Bukit Siguntang

Bukit Siguntang tidak hanya diminati oleh wisatawan lokal, tetapi juga turis mancanegara dari Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Thailand. Mereka percaya bahwa Raja Sigentar Alam adalah nenek moyang mereka. Bahkan, pada perayaan Waisak setiap tahunnya, turis Tiongkok sering menggelar ritual sembahyang di sini.

Tahun ini, sekitar 500 orang turis Tiongkok datang mengunjungi Bukit Siguntang. Ada beberapa ritual unik yang dilakukan oleh pengunjung, seperti membasuh muka dari air di dalam kendi yang terletak di atas makam Puteri Kembang Dadar. Ritual ini dipercaya dapat membuat wajah lebih cerah dan menawan.

Ritual Lain yang Dilakukan Pengunjung

Pengunjung berdoa di depan makam di Bukit Siguntang

Selain ritual membasuh muka, pengunjung juga sering melakukan ritual peruntungan menggunakan sepotong bambu. Para pengunjung yang sudah mengucap nazar bisa membentangkan kedua tangannya dan mengukur di bambu tersebut. Batasan bambu kemudian ditandai dengan karet gelang.

Beberapa hari kemudian, pengunjung kembali untuk mengukur lebar bentangan tangan mereka. Jika bentangan tangan lebih panjang atau pendek dari batasan karet gelang, keinginan mereka akan terkabul. Jika sama, maka keinginan sulit terwujud.

Para pengunjung juga sering berdoa dan mengucap nazar di depan makam. Jika keinginannya terwujud, mereka biasanya memberikan hadiah sesuai nazar kepada juru kunci Bukit Siguntang. Hadiah tersebut bisa berupa ayam, burung, kambing, dan lainnya.

Ritual Mandi Kembang

Satu lagi ritual yang sering dilakukan oleh pengunjung adalah mandi kembang seusai berdoa di depan makam. Jika pengunjung tidak ingin mandi di Bukit Siguntang, mereka akan membawa kembang dari sini untuk mandi di rumahnya masing-masing.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saja makam yang ada di Bukit Siguntang?

Ada tujuh makam yang terawat rapi, yaitu makam Raja Sigentar Alam, Puteri Rambut Selako, Pangeran Batu Api, Pangeran Djunjungan, Puteri Kembang Dadar, Pangeran Bagus Karang, dan Pangeran Bagus Kuning.

Apakah Bukit Siguntang hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal?

Tidak, Bukit Siguntang juga dikunjungi oleh turis mancanegara dari Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Thailand.

Apa saja ritual yang dilakukan oleh pengunjung di Bukit Siguntang?

Beberapa ritual yang dilakukan antara lain membasuh muka dari air di dalam kendi, ritual peruntungan menggunakan bambu, dan mandi kembang.

Bagaimana cara mengakses Bukit Siguntang?

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Tarif masuk untuk orang dewasa adalah Rp 3.000, sedangkan kendaraan roda dua dikenai biaya Rp 1.500 dan kendaraan roda empat Rp 3.000.

Apa keistimewaan dari Bukit Siguntang?

Bukit Siguntang menjadi salah satu jejak petilasan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang masih terawat hingga sekarang.

Penutup

Bukit Siguntang bukan hanya sekadar wisata alam, tetapi juga menjadi saksi bisu dari peradaban besar Kerajaan Sriwijaya. Dengan berbagai ritual dan makam yang masih terawat, tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Jika Anda ingin menyelami sejarah Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya, Bukit Siguntang adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *