wisata destinasi

Melihat Kampung Pecinan di Senggarang Kecil

23
×

Melihat Kampung Pecinan di Senggarang Kecil

Share this article

Wisata Budaya yang Menyimpan Sejarah di Kampung Pecinan Senggarang Kecil

Di tengah kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tersembunyi sebuah kawasan yang menyimpan jejak sejarah dan budaya unik. Kampung Pecinan Senggarang Kecil menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang tertarik dengan kehidupan masyarakat Tionghoa di Nusantara. Berbeda dengan Pecinan di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, kampung ini memiliki ciri khas yang membedakannya—rumah panggung yang berdiri di pinggir pantai.

Kampung Pecinan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan wilayah tinggal warga keturunan Tiongkok yang berkumpul dalam satu lokasi. Di sini, budaya peranakan terasa sangat kental. Meski beberapa bangunan sudah direnovasi, banyak dari mereka masih mempertahankan arsitektur tradisional. Rumah-rumah panggung yang berada di sepanjang tepi laut menjadi ciri khas kampung ini.

Destinasi Wisata Budaya yang Menarik

Vihara Akar dengan akar pohon beringin yang tumbuh di dinding

Salah satu tempat yang paling diminati di Senggarang Kecil adalah Vihara Akar. Nama vihara ini berasal dari akar pohon beringin yang tumbuh di sisa-sisa tembok lama. Vihara ini dibangun di bekas rumah Kapitan Tan Ngueng Ga, kapitan Cina pertama di kampung tersebut. Keunikan vihara ini membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi.

Selain Vihara Akar, Klenteng Sun Te Kong juga menjadi daya tarik utama. Dikenal juga sebagai Vihara Dharma Sasana, klenteng ini memiliki dua patung Buddha raksasa di bagian belakang. Patung-patung ini menjadi simbol keagungan dan kerajaan spiritual di kawasan ini.

Warisan Sejarah yang Masih Terjaga

Reruntuhan bangunan lama di kawasan Pecinan Senggarang Kecil

Di sekitar kampung Pecinan Senggarang Kecil, terdapat bangunan-bangunan yang menyimpan cerita sejarah. Salah satunya adalah Rumah Kapitan Tan So Kie, yang merupakan bekas kediaman pejabat Tionghoa pada masa kolonial. Meskipun hanya tersisa reruntuhan batu bata, bangunan ini tetap menjadi bukti keberadaan komunitas Tionghoa di kawasan ini.

Menurut warga setempat, rumah tersebut dulunya merupakan bangunan permanen yang sangat megah. Namun, saat ini hanya tersisa bagian-bagian yang sudah rusak. Beberapa bagian telah direnovasi, namun kesan historis tetap terasa.

Tradisi dan Budaya yang Masih Bertahan

Warga kampung Pecinan sedang melakukan ritual keagamaan

Meski perkembangan zaman membawa perubahan, masyarakat Pecinan Senggarang Kecil masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur mereka. Dari ritual keagamaan hingga cara hidup sehari-hari, semua ini mencerminkan identitas yang kuat.

Banyak warga lokal masih menjalani kehidupan yang berdampingan dengan tradisi Tionghoa. Misalnya, perayaan Imlek masih dilakukan dengan penuh makna. Selain itu, makanan khas seperti bakmi dan mi ayam juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Pemandangan kota Tanjung Pinang dari kawasan Pecinan Senggarang Kecil

Kampung Pecinan Senggarang Kecil tidak hanya sekadar tempat wisata, tapi juga representasi dari sejarah dan keberagaman budaya Indonesia. Dengan kombinasi antara alam dan sejarah, kawasan ini menawarkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Bagi yang ingin melihat keunikan budaya Tionghoa di Nusantara, Senggarang Kecil adalah destinasi yang layak dikunjungi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa yang membuat Kampung Pecinan Senggarang Kecil berbeda dari Pecinan lain?

Kampung Pecinan Senggarang Kecil memiliki ciri khas berupa rumah panggung yang berdiri di pinggir pantai, berbeda dengan Pecinan di kota-kota besar yang biasanya menggunakan bangunan permanen.

2. Apa saja tempat wisata yang bisa dikunjungi di Senggarang Kecil?

Beberapa tempat yang populer adalah Vihara Akar dan Klenteng Sun Te Kong. Kedua tempat ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

3. Apakah ada warisan sejarah yang masih terjaga di kawasan ini?

Ya, seperti Rumah Kapitan Tan So Kie yang merupakan bekas kediaman pejabat Tionghoa pada masa kolonial.

(Read also: Kenapa harus berkunjung ke Pecinan Semarang? Ini Alasannya!)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *