wisata travel

Melihat Padang Rumput Luas Fulan Fehan

26
×

Melihat Padang Rumput Luas Fulan Fehan

Share this article

Menjelajahi Keindahan Alam NTT: Padang Rumput Luas Fulan Fehan

Di tengah keindahan alam Nusa Tenggara Timur, tersembunyi sebuah tempat yang menawarkan pemandangan yang memukau dan suasana yang segar. Lokasi ini dikenal dengan nama Fulan Fehan, sebuah padang rumput luas yang berada di kaki Gunung Lakaan. Letaknya sekitar 26 kilometer dari Atambua, tepatnya di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Beru. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang patut dikunjungi oleh para pecinta alam.



Saat tiba di sana, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan. Mata akan dimanjakan oleh luasnya padang rumput yang terbentang hingga ke ujung pandangan. Di tengah-tengahnya, terdapat kelompok kuda yang berkeliaran bebas, menciptakan nuansa alami yang sempurna. Pemandangan ini semakin lengkap dengan langit yang membentang luas, memberikan kesan damai dan tenang.

Kuda berkeliaran di padang rumput Fulan Fehan

Selain kuda, terdapat juga binatang ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau yang digembalakan di area ini. Ada juga mata air alami yang menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di sini. Mata air ini tidak hanya menyediakan air untuk ternak, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di Fulan Fehan.

Mata air alami di kaki Gunung Lakaan

Yang menarik, meskipun suhu di wilayah ini cenderung dingin, mencapai sekitar 21 derajat celcius, banyak pohon kaktus yang tumbuh subur di sini. Kaktus-kaktus ini tumbuh di satu wilayah tertentu, sehingga mudah ditemukan oleh pengunjung. Hal ini menunjukkan keunikan ekosistem yang ada di lokasi ini.

Kaktus tumbuh di area Fulan Fehan

Tidak jauh dari Fulan Fehan, terdapat beberapa obyek wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Benteng Kikit Gewen yang ditutupi oleh hutan kecil. Dulu, benteng ini digunakan sebagai tempat strategi perang. Ada juga Benteng Rana Hitu atau yang dikenal sebagai Benteng Lapis 7. Benteng ini dibuat dalam waktu tujuh hari tujuh malam selama perang tradisional antar suku di pedalaman Timor.

Untuk mencapai Fulan Fehan, terdapat dua rute yang bisa dipilih. Pertama melalui Desa Dirun dan kedua melalui Desa Maudemu. Dari kedua desa tersebut, wisatawan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 4 kilometer. Rute ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga jalan yang dilalui masih berbatu.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Fulan Fehan adalah pada musim hujan, yaitu sekitar November hingga April. Saat musim kemarau, rumput mulai mengering dan suhu sedikit lebih panas. Oleh karena itu, rencanakan kunjungan Anda saat musim hujan agar dapat menikmati keindahan hijauan yang sempurna.

(Read also: Mengenal Belu, Kabupaten di NTT yang Tak Kalah Indah di Indonesia)

(Read also: Destinasi Wisata Alam di Perbatasan Atambua)

(Read also: Kefamenanu, Kota Perbatasan Indonesia dan Timor Leste)

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saja keunikan dari Fulan Fehan?

Fulan Fehan memiliki keunikan tersendiri, seperti padang rumput yang luas, kuda yang berkeliaran bebas, serta keberadaan kaktus di lingkungan yang dingin. Selain itu, ada juga mata air alami yang menjadi sumber kehidupan bagi ternak dan ekosistem setempat.

Bagaimana cara menuju Fulan Fehan?

Untuk mencapai Fulan Fehan, terdapat dua rute utama, yaitu melalui Desa Dirun dan Desa Maudemu. Dari kedua desa tersebut, pengunjung harus berjalan kaki sejauh sekitar 4 kilometer.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Fulan Fehan?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Fulan Fehan adalah pada musim hujan, yaitu sekitar November hingga April. Saat musim kemarau, kondisi rumput tidak optimal dan suhu agak panas.

Apa saja obyek wisata lain di sekitar Fulan Fehan?

Beberapa obyek wisata lain yang bisa dikunjungi antara lain Benteng Kikit Gewen dan Benteng Rana Hitu. Kedua benteng ini memiliki sejarah yang menarik dan menjadi bagian dari peradaban lokal.

Apakah akses ke Fulan Fehan sudah baik?

Rute menuju Fulan Fehan masih dalam tahap pembangunan. Jadi, pengunjung harus berjalan kaki di jalan berbatu, sehingga perlu persiapan yang cukup.

Penutup

Fulan Fehan adalah bukti keindahan alam Nusa Tenggara Timur yang tak tergantikan. Dengan padang rumput yang luas, keberagaman hayati, dan suasana yang tenang, tempat ini menjadi destinasi ideal bagi para pencinta alam. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi dan merasakan pesona alam yang luar biasa ini. Jadwalkan perjalanan Anda sekarang dan biarkan alam menginspirasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *