wisata travel destinasi

5 Makanan Khas Buleleng yang Harus Dicoba

15
×

5 Makanan Khas Buleleng yang Harus Dicoba

Share this article

Kuliner Khas Buleleng yang Wajib Dicoba

Buleleng, salah satu wilayah di Bali Utara, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya seperti Pantai Lovina, tetapi juga memiliki ragam kuliner khas yang unik dan lezat. Jika Anda berkunjung ke Buleleng, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan-hidangan tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya setempat selama ratusan tahun.

1. Jukut Undis: Rasa Kacang Hitam yang Unik

Jukut Undis in traditional Balinese bowl

Salah satu hidangan khas Buleleng yang patut dicoba adalah Jukut Undis. Hidangan ini dibuat dari kacang hitam yang dalam bahasa lokal disebut “jukut undis”. Kacang hitam ini biasanya direndam terlebih dahulu sebelum dimasak bersama kaldu dan bumbu rempah khas Buleleng.

Jukut Undis sering disajikan sebagai pelengkap nasi campur atau bisa dinikmati bersama sudang lupet. Tidak hanya enak, hidangan ini juga mengandung protein yang tinggi dan cocok untuk camilan sehat.

2. Sudang Lepet: Menu Murah dengan Rasa Mantap

Sudang Lepet with fresh vegetables and fried fish

Sudang Lepet adalah hidangan yang terdiri dari nasi campur atau nasi urap yang dilengkapi dengan ikan asin goreng renyah dan jukut undis. Meski harganya terjangkau, rasanya sangat memuaskan dan membuat banyak pengunjung ingin mencobanya lagi.

Sayangnya, warung yang menyediakan Sudang Lepet cukup langka. Oleh karena itu, jika Anda menemukannya, segera pesan sebelum habis!

3. Blayang: Versi Lokal dari Pecel

Blayang with colorful vegetables and peanut sauce

Di Buleleng, ada hidangan mirip dengan pecel yang dikenal dengan nama Blayang. Berbeda dengan pecel yang menggunakan kuah kacang, Blayang memiliki kuah kuning yang khas dari bumbu Bali.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan berbagai sayuran seperti tauge, bayam, kacang tanah, telur rebus, dan suwiran daging ayam. Untuk menambah sensasi renyah, penambah peyek sering ditambahkan.

4. Siobak Khe Lok: Masakan Tionghoa yang Khas

Siobak Khe Lok with spicy sauce and pickled cucumber

Siobak Khe Lok merupakan hidangan yang berasal dari masyarakat Tionghoa yang datang ke Bali pada 1960-an. Hidangan ini terdiri dari potongan daging babi, lemak goreng, jeroan, usus, dan kulit yang dimasak dengan rempah khas bernama ngoyang.

Rasa gurih dan pedas dari saus coklat serta acar mentimun membuat Siobak Khe Lok menjadi hidangan favorit bagi banyak orang. Ini adalah contoh bagaimana budaya Tionghoa memengaruhi kuliner Bali.

5. Sate Plecing: Sate dengan Saus Terasi yang Pedas

Tidak lengkap jika berkunjung ke Buleleng tanpa mencoba Sate Plecing. Hidangan ini terbuat dari daging babi yang dibakar di atas bara dan disajikan dengan saus yang terbuat dari cabai dan terasi.

Berbeda dengan sate lainnya, Sate Plecing tidak menggunakan sambal kacang atau kecap. Sausnya memberikan rasa pedas dan aroma khas yang membuat hidangan ini sangat istimewa. Sate ini biasanya disajikan dengan nasi atau lontong dan dapat ditemukan di daerah Pantai Lovina.

Kesimpulan

Kuliner Buleleng tidak hanya lezat, tetapi juga membawa cerita sejarah dan kekayaan budaya yang kaya akan variasi. Dari Jukut Undis hingga Sate Plecing, setiap hidangan memiliki ciri khas yang membedakannya dari masakan lain di Bali.

Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Buleleng, pastikan untuk mencicipi semua hidangan ini. Mungkin saja, salah satu dari mereka akan menjadi favorit Anda.

(Read also: 5 Kuliner Ikan Mentah Nusantara, Lezat, Pantang Dilewatkan)


FAQ

Apa itu Jukut Undis?

Jukut Undis adalah hidangan khas Buleleng yang terbuat dari kacang hitam yang direndam dan dimasak dengan bumbu khas.

Bagaimana cara menikmati Sudang Lepet?

Sudang Lepet biasanya disajikan dengan nasi campur atau nasi urap, dilengkapi dengan ikan asin goreng dan jukut undis.

Apa perbedaan antara Blayang dan pecel?

Blayang menggunakan kuah kuning yang khas dari bumbu Bali, sedangkan pecel biasanya menggunakan kuah kacang.

Apakah Siobak Khe Lok bisa ditemukan di seluruh Buleleng?

Tidak, warung yang menyediakan Siobak Khe Lok cukup langka, terutama di daerah pedalaman.

Mengapa Sate Plecing populer di Buleleng?

Karena rasanya pedas dan gurih dengan saus terasi yang khas, serta mudah ditemukan di sekitar Pantai Lovina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *